Berdasarkan pengalaman saya, ketika saya pertama kali disuruh
belanja ke pasar tradisional, saya sering kali dikomplain ibu saya,kenapa beli
ikan yang tidak segar, ikannya sudah diformalin, sudah di beri es batu
berhari-hari, sudah disiram darah, dan lain-lain (ikan yang saya maksud disini
antara lain ikan dencis atau klotok, ikan gembung, dan ikan tongkol). Saya
bingung, karena yang saya lihat, ikan tersebut baik-baik aja kondisinya, tidak
hancur dan tidak bau busuk. Tetapi ternyata rasa ikannya memang tidak seenak
ikan segar, yang masih baru atau belum banyak diapa-apain. Dan untuk mengetahui
ikan tersebut benar-benar masih baru dan masih segar, diantaranya:
1.
Lihat mata ikan tersebut, berwarna kemerahan atau putih biasa,
jika mata ikan berwarna merah, bisa dipastikan ikan tersebut sudah tidak segar,
karena ikan tersebut sudah diberi formalin, disiram darah atau direndam air
garam berhari-hari.
2.
Lihat insang ikan, ikan yang benar-benar segar, memiliki insang
yang bewarna merah segar, bukan merah pucat. Memang agak sulit membedakannya
jika tidak ada yang pembandingnya, tapi jika anda pernah membeli ikan sungai,
yang biasanya ikan sungai itu masih hidup ketika kita mau beli, kita kenali
warna insang ikan sungai yang berwarna merah segar itu, maka jika insang ikan
laut tidak berwarna merah seperti insang ikan sungai, maka ikan laut tersebut
tidak benar-benar segar.
3.
Khusus untuk ikan dencis atau klotok dan ikan gembung, bisa
dilihat dari bagian badan ikan tersebut, ikan yang segar akan terlihat warna
kuning berkilat di bagian badan ikan, tetapi jika warna tersebut sudah tidak
berkilat dan mungkin warna kebiru-biruan, maka ikan tersebut sudah tidak segar,
karena ikan tersebut sudah diberi pewarna biru yang biasa digunakan untuk
pakaian, kalau daerah saya disebut blau.
Sekian dari saya, sekedar tambahan informasi bagi kamu-kamu yang
masih dalam pembelajaran seperti saya. ^_^
Tidak ada komentar:
Posting Komentar